TULISAN 1
KONSEP PENALARAN ILMIAH DALAM KAITANNYA
DENGAN PENULISAN ILMIAH

1. Pengertian Penalaran

Pengertian penalaran menurut Nickerson (1988) :

Reasoning encompasses many of the processes we use to form and evaluate beliefs about the world, about people, about the truth or falsity of claims we encounter or make. It involves the production and evaluation of arguments, the making of inferences and the drawing of conclusions, the generation and testing of hypotheses. It requires both deduction and induction, both analysis and synthesis, and both criticality and cretivity.

Dikatakan bahwa penalaran adalah proses berpikir logis dan sistematis untuk membentuk dan mengevaluasi suatu keyakinan terhadap suatu penyataan atau asersi (assertion). Pernyataan dapat berupa teori (penjelasan) tentang suatu fenomena atau relitas alam, ekonomik, politik, atau sosial. Penalaran perlu diajukan dan dijabarkan untuk membentuk, mepertahankan, atau mengubah keyakinan bahwa sesuatu (misalnya teori, pernyataan, atau penjelasan) adalah benar. Penalaran melibatkan inferensi yaitu proses penurunan konsekuensi logis dapat bersifat deduktif maupun induktif. Penalaran mempunyai peran penting dalam pengembangan, penciptaan, pengevaluasian, dan pengujian suatu teori atau hipotesis.

Penalaran di definisikan sebagai suatu proses berfikir untuk menghubungkan data atau fakta sehingga sampai pada suatu kesimpulan. Penalaran dalam hal ini merupakan proses pemikiran untuk memperoleh simpulan yang logis berdasarkan bukti (data) yang relevan. Penalaran merupakan proses penafsiran data (fakta) sebagai dasar untuk menarik simpulan. Penalaran juga merupakan suatu ciri sikap (attitude) ilmiah yang sangat menuntut kesungguhan (commiitment) dalam menemukan kebenaran ilmiah. Sikap ilmiah membatasi sikap untuk memecahkan masalah secara subjektif, pragmatik dan emosional.

Data atau fakta dalam penalaran seharusnya benar tetapi biasanya juga tidak benar. Apabila data atau fakta yang dinalar tidak benar maka hasil penalarannya juga tidak benar. Hal demikian ini disebut salah nalar. Dalam logika hal ini disebut kesesatan penalaran.
Kesesatan penalaran dapat terjadi karena kelihatan masuk akal padahal sebernarnya tidak
Contoh :
(1)     Semua pegawai negeri adalah penerima gaji.
Semua pegawai swasta adalah penerima gaji
Jadi, pegawai negeri adalah pegawai swasta.

(2)    Saya terlambat karena tinggal di Bogor
Kelihatannya hal ini masuk akal, akan tetapi kalau hal ini dibenarkan, orang ini akan terlambat terus.

Struktur Penalaran

Struktur dan proses penalaran dibangun atas dasar tiga konsep penting yaitu:
·      Asersi (assertion) adalah suatu pernyataan (biasanya positif) yang menegaskan bahwa sesuatu adalah benar. Asersi mempunyai fungsi ganda dalam penalaran yaitu sebagai elemen pembentuk (ingredient) argumen dan sebagai keyakinan yang dihasilkan dinyatakan dalam bentuk asersi pula. Dengan demikian, asersi merupakan unsur penting dalam penalaran karena asersi menjadi komponen argumen (sebagai masukan penalaran) dan merupakan cara untuk mempresentasi atau mengungkapkan keyakinan (sebagai keluaran penalaran).

·      Keyakinan (belief) adalah tingkat kebersediaan (willingness) untuk menerimsa bahwa suatu pernyataan atau teori (penjelasan) mengenai suatu fenomena atau gejala (alam atau sosial) adalah benar. Orang mendapatkan keyakinan akan suatu pernyataan karena dia melekatkan kepercayaan terhadap pernyataan tersebut. Orang dapat dikatakan mempunyai keyakinan yang kuat kalau dia bersedia bertindak (berpikir, berperilaku, berpendapat, atau berasumsi) seakan-akan keyakinan tersebut benar. Keyakinan merupakan unsur penting penalaran karena keyakinan menjadi objek atau sasaran penalaran dan karena keyakinan menentukan posisi dan sikap seseorang terhadap suatu masalah yang menjadi topik bahasan.

·     Argumen (argument) adalah serangkaian asersin beserta keterkaitan (artikulasi) dan inferensi atau penyimpulan yang digunakan untuk mendukung suatu keyakinan. Bila dihubungkan dengan argumen, keyakinan adalah tingkat kepercayaan yang di lekatkan pada suatu pernyataam konklusi atas dasar pemahaman dan penilaian suatu argumen sebagai bukti yang masuk akal. Oleh karena itu argumen menjadi unsur penting dalam penalaran karena digunakan untuk membentuk, memelihara, atau mengubah suatu keyakinan. Argumen dalam proses penalaran merupakan salah satu bentuk bukti yang disebut sebagai argumentasi rasional (rational argumentation), sebagaimana yang dikatakan oleh Mautz dan Sharaf (1964). Dua jenis bukti lain adalah bukti natural (natural evidence) dan bukti ciptaan (created evidence).

Konsep Penalaran Ilmiah  dalam Kaitannya dengan Penulisan Ilmiah

Seperti yang sudah dijelaskan pada tulisan sebelumnya, penalaran yaitu proses pemikiran untuk memperoleh simpulan yang logis berdasarkan bukti (data) maupun penafsiran data (fakta). Maka, konsep penalaran ilmiah berperan sangat penting dalam kaitannya dengan penulisan ilmiah. Mengapa sangat penting? Karena penulisan ilmiah sangat membutuhkan suatu penalaran dalam memahami pengetahuan dasar  dan tehnik pengamatan secara objektif, sehingga mampu melaksanakan penelitian dan menyusun laporan secara ilmiah.  Penalaran ilmiah dapat mengembangkan kemampuan dalam mengindentifikasi dan memecahkan masalah secara ilmiah

2.  Metode Penalaran

a.   Penalaran induktif
Penalaran induktif dibedakan dari penalaran deduktif berdasarkan prosesnya. Penalaran ilmiah merupakan sintesis antara deduktif dan induktif. Proses induktif (induksi) adalah proses penalaran untuk sampai pada keputusan, prinsip, atau sikap yang bersifat umum maupun khusus berdasarkan pengamatan atas hal-hal yang kusus. Proses induksi ini dibedakan atas:
1.     Generalisasi adalah proses penalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan tertentu untuk memperoleh simpulan yang bersifat umum.
2.    Analogi adalah proses penalaran yang didasarkan kepada cara membandingkan dua hal yang memiliki sifat yang sama.
3.    Hubungan kausal adalah proses penalaran yang didasarkan pada gejala yang saling berhubungan sebab-akibat. Menurut prinsip umum, hubungan kausal itu selalu ada penyebabnya.

Di dalam penelitian ada yang menggunakan istilah induktif sebagai metode. Metode penalaran induktif di dalam penelitian pada umumnya dilaksanakan melalui langkah:
(1)   Pengamatan data
(2)  Wawasan atas struktur data
(3)  Perumusan hipotesis
(4)  Pengujian hipotesis

Metode induktif berbeda dari metode deduktif yang dilaksanakan dengan merumuskan hipotesis terlebih dahulu, kemudian mengujinya dengan data. Kedua metode ini dapat digunakan secara bergantian didalam bidang tertentu, bergantung pada cara penalaran yang akan digunakan terlebih dahulu.

b.   Penalaran Deduktif
Penalaran ini didasarkan atas prinsip, hukum, atau putusan lain yang berlaku umum untuk suatu hal atau gejala. Salah satu contoh tentan sifat mamalia: berdarah panas, bernafas dengan paru-paru, dan melahirkan. Pengetahuan sifat mamalia ini pada umumnya merupakan dasar untuk menarik kesimpulan. Penyataan dasar seperti itu didalam logika disebut premis (pernyataan dasar). Penalaran deduktif menarik simpulan berdasarkan atas premis. Penalaran deduktif bergerak dari sesuatu yang umum kepada yang khusus.  Cara menarik simpulan dengan penalaran deduktif ada dua macam:
(1)   Menarik simpulan secara langsung dari satu premis
Dilakukan melalui:
-konversi
-obversi
-kontraposisi
(2)  Menarik simpulan secara tak langsung
Dengan cara:
-silogisme
-entimem


DAFTAR PUSTAKA

Andi. Bahasa 2. Dalam http://share.ciputra.ac.id/Department/FEH/Public/BI/Pak%20ANDI%20-%20Bahasa%202.ppt. Diakses pada tanggal 20 Maret 2014

Kementrian Negara. Penalaran dan Membaca Kritis. Dalam http://dualmode.kemenag.go.id/file/dokumen/INDO1.pdf. Diakses pada tanggal 20 Maret 2014

Suwardjono. 2010. Penalaran dan Sikap Ilmiah. Dalam http://suwardjono.staff.ugm.ac.id/images/stories/buku/TA1/bab-2-penalaran.pdf. Diakses pada tanggal 20 Maret 2014

Wahyu, Sandika. 2013. Penulisan Karya Ilmiah. Dalam http://www.slideshare.net/crsandika/dalam-penulisan-karya-ilmiah. Diakses pada tanggal 20 Maret 2014

Wikipedia. 2013. Penalaran. Dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran. Diakses pada tanggal 20 Maret 2014

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar