Tulisan Softskill 5 Perilaku Konsumen

KEPRIBADIAN DAN PERILAKU KONSUMEN

Kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang.

Kepribadian menurut psikologi modern yaitu: “ Kepribadian adalah organisasi yang dinamis dari sistem psikofisis individu yang menetukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungannya secara unik”. Jadi, kepribadian seorang dewasa umumnya terbuat dari faktor keturunan maupun lingkungan, yang diperlunak oleh faktor situasi:
·         Keturunan.
·         Lingkungan.
·         Situasi.
·         Dinamis,
·         Organisasi sistem,
·         Psikofisis,
·         Unik,

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarianpemilihanpembelianpenggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.

KARAKTERISTIK PRIBADI YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN

Keputusan membeli dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahap daur hidup pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli.
a)     Umur dan Tahap Daur Hidup
b)     Pekerjaan
c)      Situasi Ekonomi
d)     Kepribadian

TEORI-TEORI KEPRIBADIAN

Teori Kepribadian berdasarkan pendapat para ahli :
1.     Sigmund Freud (Psikoanalisis Klasik) (1856 - 1939)
Struktur Kepribadian, Kehidupan jiwa memiliki tiga tingkat kesadaran, yakni sadar (Conscious), Pra sadar (Preconscious), dan tidak sadar /bawah sadar (Unconscious mind).
Id, ego, superego. Id adalah berkaitan dengan prinsip kesenangan, ego berkaitan dengan prinsip kenyataan, sedangkan superego merupakan penjaga moral atau kata hati.
      Tahap perkembangan psikoseksual, yaitu oral, anal, phalik, laten, genital.

2.     Alfred Adler (Psikologi Individual) (1870 – 1937)
      Struktur Kepribadian, Manusia adalah mahluk social dan makhluk individual.
Pokok-Pokok Teori Adler, Individualitas sebagai pokok persoalan, Pandangan Teleologis: Finalisme Semu, Dua Dorongan Pokok, yaitu dorongan kemasyarakatan, dorongan keakuan, Rasa Rendah Diri dan Kompensasi pendorong bagi segala perbaikan dalam kehidupan manusia, Gaya Hidup adalah prinsip yang dipakai landasan untuk memahami tingkah laku seseorang, Diri yang Kreatif adalah penggerak utama, pegangan filsafat, sebab pertama bagi semua tingkah laku.

3.     Karen Horney (1885-1952)
Teori Kepribadian, Dasar kepribadian terbentuk pada tahun-tahun pertama kehidupan anak. Faktor sosial (hubungan antara orang tua dan anak) sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian (bukan dorongan biologis). Horney menekankan faktor budaya dibanding faktor biologis dalam perkembangan manusia, terutama yang terkait dengan perbedaan gender.Anak-anak memulai hidupnya dengan basic anxiety, tapi hal itu dapat diatasi dengan pengasuhan yang memadai dari orang tua maupun orang lain.

4.     Carl Gustav Jung (1875-1961)
Konsep-konsep Kepribadian Menurut Carl Gustav Jung ada tiga macam, yaitu Personality Function, Psyche adalah merupakan gabungan atau jumlah dari keseluruhan isi mental, emosional dan spiritual seseorang, dan Self adalah Kepribadian Total (total personality) baik Kesadaran maupun Bawah Sadar. Ia memandang manusia sangatlah unik karena mempunyai begitu banyak Kepribadian yang beragam antara individu satu dengan individu lainnya. Jung membedakan istilah antara Ambang Sadar (Subconscious) dan Bawah Sadar (Unconscious).

5.     Gordon W Allport (1897-1967)
Kepribadian  adalah:"sebuah organisasi dinamis di dalam sistem psikis dan fisik individu yang menentukan karakteristik perilaku dan pikirannya."
Teori trait oleh Gordon W. Allport. Central trait, yaitu kumpulan kata-kata yang biasanya digunakan oleh orang untuk mendeskripsikan individu. Unit dasar dari kepribadian adalah trait yang keberadaannya bersumber pada sistem saraf. Allport percaya bahwa trait menyatukan dan mengintegrasikan perilaku seseorang dengan mengakibatkan seseorang melakukan pendekatan yang serupa (baik tujuan ataupun rencananya) terhadap situasi-situasi yang berbeda. Walaupun demikian, dua orang yang memiliki trait yang sama tidak selalu menampilkan tindakan yang sama. Faktor genetik dan lingkungan sama-sama berpengaruh dalam menentukan perilaku manusia.

6.     Kurt Lewin (1890- 1947)
Teori medan (life space) merupakan sekumpulan konsep dimana seseorang dapat menggambarkan kenyataan psikologis yang dapat diterapkan dalam semua bentuk tingkah laku, dan sekaligus juga cukup spesifik untuk menggambarkan orang tertentu dalam suatu situasi konkret.
Struktur Kepribadian terdiri atas: a. Ruang Hidup, b.Lingkungan Psikologis, c. Pribadi, d. Lingkungan Non-Psikologis
Dinamika Kepribadian terdiri atas : energi psikis (psychic energy), tegangan , kebutuhan (need), tindakan (action) meliputi vector (kekuatan yang mendorong terjadinya tingkah laku) dan valensi (nilai region dari lingkungan psikologis bagi pribadi) serta lokomosi ( perpindahan lingkaran pribadi).
Perkembangan Kepribadian , terdiri dari: a) Diferensiasi, b) Perubahan dalam variasi tingkah lakunya, c) Perubahan dalam organisasi dan struktur tingkah lakunya lebih kompleks, d) Bertambah luasnya arena aktivitas individu.

7.     John B Watson (1878-1958)
Menurut John Watson, perilaku yang terbentuk merupakan hasil suatu pengondisian. Hubungan berantai sederhana antara stimulus dan respon yang membentuk rangkaian kompleks perilaku. Rangkaian kompleks perilaku meliputi; pemikiran, motivasi, kepribadian, emosi dan pembelajaran.

8.     Burrhus Frederick Skinner (1904-1990)
      Struktur kepribadian, Tehnik mengontrol perilaku adalah sebagai berikut:
      1. Pengekangan Fisik ( physical restraints )
      2. Bantuan Fisik (physical aids)
      3. Mengubah Kondisi Stimulus (changing the stimulus conditions)
      4. Manipulasi Kondisi Emosional (manipulating emotional conditions)
      5. Melakukan Respons-respons Lain (performing alternative responses)
      6. Menguatkan Diri Secara Positif (positive self-reinforcement).
      7. Menghukum Diri Sendiri (self punishment).
Selanjutnya Skinner membedakan perilaku atas: (a) Perilaku yang alami (innate behavior), (b) Perilaku Operan (operant behavior). Dinamika Kepribadian, terdiri dari Kepribadian dan Belajar, Tingkah laku Kontrol Diri, Stimulan Aversif. Dua jenis pengkondisian, yaitu: Kondisioning Klasik (Classical Conditioning) dan Kondisioning Operan (Operant Conditioning)

9.     Lawrence Kohlberg
Lawrence Kohlberg mengembangkan teori pengembangan kepribadian yang berfokus pada pertumbuhan pemikiran moral. Bangunan pada proses dua-tahap yang diusulkan oleh Piaget, Kohlberg memperluas teori untuk meliputi enam tahapan yang berbeda. Sementara teori tersebut telah dikritik karena beberapa alasan yang berbeda, termasuk kemungkinan bahwa ia tidak mengakomodasi jenis kelamin yang berbeda dan budaya yang sama, teori Kohlberg tetap penting dalam pemahaman kita tentang pengembangan kepribadian.

10.James W. Fowler (1940-sekarang)
James Fowler perkembangan konsep kepribadian religious/kepercayaan. Indiduating-reflexive faith adalah tahap yang dikemukakan Fawler, muncul pada masa remaja akhir yang merupakan masa yang penting dalam perkembangan identitas keagamaan. Untuk pertama kalinya dalam hidup mereka, individu memiliki tanggung jawab penuh atas keyakinan religius mereka. Sebelumnya mereka mengandalkan semuanya pada keyakinan orang tuanya. Adapun tingkat perkembangan iman atau rohani yakni iman intuitif-projektif; iman mitis-literal; iman sintetik-konvensional; iman individuatif-reflektif; iman konjuktif; dan iman universal. Tahap-tahap iman tersebut menurut Fowler dipengaruhi oleh aspek kepercayaan. Di mana kepercayaan memiliki sifat ilmiah yang mengandung unsur empiris dalam diri manusia.

DIMENSI KEPRIBADIAN

Menurut Teori Kepribadian C. Gustav  Jung yang kemudian dikembangkan oleh Iabel briggs-Myers dan Katharine Myers, Kepribadian dibedakan menjadi empat dimensi yang masing-masing dimensi memiliki dua perbedaan mendasar, karenanya dinamakan sebagai dikotomi.

Keempat dimensi atau dikotomi tersebut adalah:

Extroversion    vs.     Introversion
Dimensi ini menggambarkan apa yang difokuskan terutama:
Fokus pada kejadian eksternal atau internal.
Extroversion
Introversion
Fokus ke luar diri
Fokus ke dalam diri
Nyaman berada dalam kelompok
Nyaman dengan kesendirian
Nyaman bersama orang-orang baru
Nyaman bersama orang yang dikenal
Banyak tindakan, sedikit refleksi
Banyak refleksi, sedikit tindakan
Memperoleh energi melalui interaksi
Kehilangan energi melalui interaksi
Dinamis
Tenang

Sensing           vs.        Intuition
Dimensi yang menggambarkan cara menyerap informasi:
Bergantung pada fakta atau menyerap informasi melalui pola-pola, gambaran besar dan gagasan-gagasan.
Sensing
Intuition
Fokus pada saat ini
Fokus pada masa depan
Hanya melihat apa yang tampak jelas
Melihat makna yang terkandung
Praktis
Idealistis
Berdasarkan fakta
Teoritis
Realistik
Visioner
Memperhatikan detail
Melihat gambaran keseluruhan

Thinking        vs.        Feeling
Dimensi ini menggambarkan cara pengambilan keputusan:
Berdasarkan logika dan analis objektif atau berdasarkan evaluasi subyektif, nilai dan perasaan.
Thinking
Feeling
Memutuskan dengan otak
Memutuskan dengan hati
Objektif
Subjektif
Akrab dengan orang lain
Peduli dengan orang lain
Kritis
Berempati
Tebal muka
Mudah terluka dengan kritik
Menginginkan kebenaran
Menginginkan mufakat

Judging          vs.        Perceiving
Dimensi yang menggambarkan kebutuhan akan suatau keputusan dan hasil akhir:
Lebih memilih kepastian dan cepat mengkategorikannya atau suka petualangan dan meninggalkan sesuatu hal tetap terbuka.
Judging
Perceiving
Memilih untuk menyelesaikan masalah
Membiarkan keputusan terbuka
Menyukai keamanan
Menyukai petualangan
Terorganisir
Tidak teratur
Terjadwal
Spontanitas
Tidak menyukai ketidakpastian
Tidak menyukai rutinitas
Terencana
Fleksibel

GAYA HIDUP

Gaya hidup menurut Kotler (2002, p. 192) adalah pola hidup seseorang di dunia yang ekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan “keseluruhan diri seseorang” dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Gaya hidup menggambarkan seluruh pola seseorang dalam beraksi dan berinteraksi di dunia. Secara umum dapat diartikan sebagai suatu gaya hidup yang dikenali dengan bagaimana orang menghabiskan waktunya (aktivitas), apa yang penting orang pertimbangkan pada lingkungan (minat), dan apa yang orang pikirkan tentang diri sendiri dan dunia di sekitar (opini).

NILAI DAN GAYA HIDUP

Nilai (value) merupakan kata sifat yang selalu terkait dengan benda, barang, orang atau hal-hal tertentu yang menyertai kata tersebut. Nilai adalah sebuah konsep yang abstrak yang hanya bisa dipahami jika dikaitkan dengan benda, barang, orang atau hal-hal tertentu. Pengkaitan nilai dengan hal-hal tertentu itulah yang menjadikan benda, barang atau hal-hal tertentu dianggap memiliki makna atau manfaat.

Gaya hidup menggambarkan “keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya (Kottler dalam Sakinah,2002). Menurut Susanto (dalam Nugrahani,2003) gaya hidup adalah perpaduan antara kebutuhan ekspresi diri dan harapan kelompok terhadap seseorang dalam bertindak berdasarkan pada norma yang berlaku. Oleh karena itu banyak diketahui macam gaya hidup yang berkembang di masyarakat sekarang misalnya gaya hidup hedonis, gaya hidup metropolis, gaya hidup global dan lain sebagainya.

MENGGUNAKAN KARAKTERISTIK GAYA HIDUP DALAM STRATEGI PEMASARAN

Faktor-faktor Budaya
a.       Budaya : Serangkaian nilai, persepsi, keinginan, dan perilaku dasar yang dipelajari oleh anggota masyarakat dari keluarga dan instansi penting lain.
b.       Sub-budaya : kelompok orang yang memiliki sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang serupa.
c.       Kelas Sosial : Pembagian kelompok masyarakat yang relatif permanen dan relatif teratur dimana anggota memiliki nilai, minat dan perilaku yang serupa.

Faktor-faktor Sosial.
a.       Kelompok : Dua atau lebih sekelompok orang yang berinteraksi untuk memenuhi tujuan individu atau tujuan bersama.
b.       Keluarga.
c.       Peran dan Status. Peran terdiri dari sejumlah aktivitas yang diharapkan untuk dilakukan menurut orang-orang di sekitarnya, Tiap peran membawa status yang mengambarkan penghargaan umum terhadap peran tersebut oleh masyarakat.

Faktor-faktor Pribadi
a.       Umur dan Tata Siklus Hidup,
b.       Pekerjaan.
c.       Situasi Ekonomi.
d.       Gaya Hidup : Pola hidup seseorang yang tergambarkan pada aktivitas, interest, dan opinion ( AIO ) orang tersebut.
e.       Kepribadian dan Konsep Diri. ( Kepribadian, sikologis yang membedakan seseorang yang menghasilkan tanggapan secara konsisten dan terus-menerus terhadap lingkungan. Konsep Diri, adalah kepemilikan seseorang dapat menyumbang dan mencerminkan ke identitas diri mereka ).

Faktor-faktor Psikologis
a.       Motivasi, kebutuhan yang mendorong seseorang secara kuat mencari kepuasan atas kebutuhan tersebut.
b.       Persepsi, Proses menyeleksi, mengatur, dan menginterpretasikan informasi guna membentuk gambaran yang berarti tentang dunia.
c.       Pembelajaran, perubahan perilaku seseorang karena pengalaman.
d.       Keyakinan dan Sikap, ( keyakinan = pemikiran deskriptif yang dipertahankan seseorang mengenai sesuatu. Sikap merupakan evaluasi, perasaan dan kecenderungan yang konsisten atas suka atau tidak seseorang terhadap suatu obyek atau ide ).

SUMBER:
http://id.wikipedia.org
http://www.wattpad.com
http://titayulianita.wordpress.com
http://wantosakti.wordpress.com
http://fitrinuraisyah26.blogspot.com
http://annafiryana.blogspot.com
http://azizcomrade.blogspot.com
http://valentsimplewritter.blogspot.com


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar