TUGAS 2
BAHASA INGGRIS BISNIS


Adverb vs  Adjective


♥ Pengertian
Adverb adalah kata keterangan. Adverb merupakan kata keterangan yang memberi penjelasan pada semua kata lain kecuali kata benda. Pada umumnya adverbs dapat dibentuk dari adjectives dengan menambahkan kata “-ly” di belakang kata sifat tersebut. Namun, peraturan ini tidak berlaku untuk semua kata sifat.
Adjectives adalah kata sifat yang digunakan untuk menambahkan arti pada kata benda atau kata yang menerangkan kata benda (nouns).

♥ Penggunaan
Adverb adalah kata yang berfungsi untuk mendeskripsikan verb (kata kerja), adjective (kata sifat), atau adverb lain. Kata keterangan bahasa Inggris ini merupakan satu dari delapan part of speech yang mungkin berbentuk sederhana (fast, there, usually), atau berbentuk frasa (adverb phrase).
Adjectives dapat digunakan pada kata benda dalam bentuk singular (tunggal)maupun plural (jamak). Adjectives dalam bentuk tunggal dan jamak tidak mengalami perubahan. Bagian yang berubah hanyalah “to be” dan kata bendanya, yaitu disesuaikan dengan bentuk tunggal atau jamak.

♥ Perbedaan
 Adverb menerangkan verb (kata kerja), adjective, atau adverb lain.
Adjective  menerangkan noun (adjective berada di depan noun = attributive adjective, atau di belakang noun dengan diselangi linking verb = predicative adjective). 

Pada umumnya adverbs dibentuk dengan menambah akhiran “-ly” dibelakang Adjectives.
Examples:

ADJECTIVE

Bright
Clear
Nice
Poor
Angry
Hungry
Pretty

ADVERB

Brightly
Clearly
Nicely
Poorly
Angrily
Hungrily
Prettily

ARTI DARI ADVERBS

Dengan Cemerlang
Dengan Jelas
Dengan Manis
Dengan Miskin/ Buruk
Dengan Marah
Dengan Lapar
Dengan Cantik

Ada beberapa Adverbs yang bentuknya sama dengan Adjectives atau berubah sama sekali.
Examples:

ADJECTIVE

Hard
Fast
Early
Late
Wrong
Far
Good

ADVERB

Hard
Fast
Early
Late
Wrong
Far
Well

ARTI DARI ADVERBS

Dengan keras
Dengan cepat
Pagi-Pagi
Dengan lambat
Dengan salah
Jauh
Dengan Baik

Examples:
  • The train is fast (adjective) : Kereta api itu cepat
  • The train runs fast (adverb) : Kereta api itu berlari dengan cepat
  • His work is good (adjective) : Pekerjaannya baik
  • He work well (adverb) : Dia bekerja dengan baik


The Degrees  Of Comparison
(Tingkat Perbandingan)


♥ Pengertian
Degree of comparison adalah bentuk adjective atau adverb yang menyatakan perbandingan. Ada tiga degree of comparison, yaitu :
a)    Tingkat positive (biasa)
b)    Tingkat Comparative (lebih)
c)     Tingkat Superlative (paling)

♥ Penggunaan
a)    Positive Degree
Ketika digunakan untuk menyatakan perbandingan, positive degree harus digunakan bersama kata as. Positive degree memiliki bentuk standar tanpa perubahan : big, carefully, difficult, easy, rich, etc.

TO BE + AS + POSITIVE + AS

b)    Comparative Degree
Comparative adjective dan comparative adverb digunakan untuk membandingkan dua hal. Kebanyakannya adjective atau adverb satu suku kata ditambahkan akhiran -er, sedangkan dua suku kata atau lebih diawali dengan kata more. Khusus untuk dua suku kata adjective dengan akhiran -y, akhiran tersebut dihilangkan lalu ditambahkan -ier. Ketika berada di dalam kalimat, degree of comparison ini biasanya ditemani kata than.

TO BE + COMPARATIVE + THAN

c)     Superlative Degree
Baik superlative adjective maupun superlative adverb berfungsi untuk membandingankan tiga atau lebih hal. Mayoritas satu suku katanya ditambahkan akhiran -est, sedangkan lebih dari satu suku kata diawali dengan kata most. Adapun untuk dua suku kata adjective dengan akhiran -y, akhiran tersebut dihilangkan lalu ditambahkan -iest. Ketika berada di dalam kalimat, superlative degree diawali dengan kata the.

TO BE + THE SUPERLATIVE



POSITIVE DEGREE


COMPARATIVE DEGREE

SUPERLATIVE DEGREE

Chiko is as tall as Minnie
Jenny is taller than George
Shania is the most beautiful in her class
My Mom is as fat as your Mom
Your Mom is fatter than my Aunty
Haidil is fattest in his family
Your smile is sweet as mine
Lugwig drives better than me
Sinta the most expensive car
Veya is as beautiful as her sister
Novi smarter than Hadi
Joana is the funniest student in this class
India is as hot as Indonesia
India is hotter than Indonesia
India is the hottest in the world


SOURCE:



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TUGAS 1
BAHaSA INGGRIS BISNIS



Conditional Sentence

Conditional sentence merupakan kalimat pengandaian yang terdiri dari IF CLAUSE (anak kalimat) berfungsi sebagai syarat, dan MAIN CLAUSE (induk kalimat) yang menunjukan suatu hasil apabila syarat itu terpenuhi.

Examples:

If she comes here, I will give her a flower
If clause                       main clause



Jenis conditional sentence terdiri dari tiga bentuk, diantaranya yaitu:

A. Conditional Sentence Type 1 (Probable Condition)
Type ini digunakan untuk menunjukkan sesuatu hal yang mungkin terjadi di waktu yang akan datang. Condition type 1 dibentuk dengan if clause (dalam simple present tense) dan main clause (dalam simple future tense).


IF + SIMPLE PRESENT, SUBJECT + WILL + INFINITIVE


Examples:
·      If I we invite them, they will come.
·      If he has enough money, he will buy a novel.
·      If I have free time, I will help you.

Jika mengubah pola kalimat positif diatas menjadi kalimat negatif, maka menunjukkan bahwa sesuatu mungkin tidak akan terjadi pada waktu yang akan datang.


IF + NEGATIVE SIMPLE PRESENT, SUBJECT +
WILL NOT + INFINITIVE


Examples:
·      If I we don’t invite them, they will not come.
·      If he doesn’t has enough money, he will not buy a novel.
·      If I don’t have free time, I will not help you.

Notes:
Bentuk negatif dari conjunction “IF” yaitu unless atau If not.
Bentuk negatif dari “WILL” yaitu will not atau won’t.

Suatu kemungkinan (possibility), izin (permission), dan kepastian (certainty) dapat diutarakan dengan menggunakan:


IF + SIMPLE PRESENT, SUBJECT + CAN / MAY / MUST +
INFINITIVE


Examples:
·      If you leave now, you will arrive in time.
        (certain result – hasil tertentu)
·      If she starts now, she may arrive in time.
        (possibility – kemungkinan)
·      If he is in a hurry, he can use my car.
        (permission – izin)


B. Conditional Sentence Type 2 (Present Unreal)
Type ini digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang bertentangan dengan fakta atau yang sesungguhnya di waktu sekarang.


IF + SUBJECT + SIMPLE PAST, SUBJECT + WOULD / COULD /
MIGHT + INFINITIVE


Examples:
·      If I had a plane, I would go around the world !
        (faktanya: I don’t have a plane, so I don’t go around the world).
·      If I could speak English well, Iwould apply for a job.
        (faktanya: I cannot speak English well. I will not apply for a job).

Conditional sentence type 2 ini juga digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang tidak diharapkan di waktu sekarang.

Examples:
·      If a robber came into my house,  would throw a knife at him.
·      If the crazy man chased me, I would ran away.
·      If he wanted to kill me, I would report him to a police.

If + Were, Would
“Were” digunakan sebagai ganti “was” sesudah semua subjek dan menunjukkan sesuatu yang formal atau untuk menunjukkan suatu keraguan (doubt) dan untuk membayangkan sesuatu.


Singular :
If I were
If you were
If she were
If he were
If it were


Plural :
If we were
If you were
If they were

Examples:
·      If I were sick, I would stay home today.
·      If he were in Solo today, he would come to my house.

If + Simple Past
dapat diikuti might atau could untuk menunjukkan kemungkinan (possibility), kemampuan (ability), kepastian (certainty) atau izin (permission) dimasa lampau.

Examples:
·      If you tried again, you would succeed. (certainty)
·      If you tried again, you might succeed.  (possibility)
·      If it stopped raining, we could go out.  (ability)

C. Conditional Sentence Type 3 (Past Unreal)
Type ini digunakan untuk menunjukkan suatu penyesalan atau tentang sesuatu yang tidak akan pernah terjadi lagi di waktu sekarang.


IF + SUBJECT + PAST PERFECT, WOULD / COULD /
MIGHT + HAVE + PAST PARTICIPLE


·      If you had gone by car, you would have arrived in Solo.
·      If you had studied English seriously, you would have spoken English well.
·      If she had tried harder, she would have been successful.

Condition type 3 juga dapat digunakan dengan menepakan “had” di depan kalimat. Bentuk ini adalah yang paling lazim digunakan.


IF + SUBJECT + PAST PARTICIPLE, SUBJECT +
WOULD HAVE + PAST PARTICIPLE


·      Had I known you were not there, I would not have come.
·      Had I met him at the airport, I would have given your letter.
·      Had he found the right buyer, he would have sold the car.


SOURCE:
Danny R. Cyssco. English Grammar Practice For TOEFL Preparation Test.
           Penerbit: Puspa Swara.
Danny R. Cyssco. 2007. Kumpulan Pola & Intisari Bahasa Inggris untuk 
          SMA. Penerbit: Puspa Swara.
R. Maas Shobirin. 2008. Cara Mudah Belajar Basic English Grammar. 
          Jakarta. Penerbit: PT Tangga Pustaka.
Silvester Goridus Sukur. 2009. Cepat Tuntas Kuasai Bahasa Inggris untuk
          SMA/ MA Kelas XII. Yogyakarta. Penerbit: Indonesia Cerdas.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS